Blog Traveling

Jalan-Jalan Ke Pulau Tidung (Jembatan Cinta)

Memulai trip dengan waktu yang terbatas akhirnya pilihan trip jatuh ke pulau tidung Jakarta. Setelah mencari kesana-kemari kami memutuskan untuk explore pulau tidung menggunakan jasa “Gala explorer” dengan biaya 300 ribu per orang termasuk semua fasilitas. Setelah itu pada hari H kami sampai di pelabuhan muara angke yang penuh sesak dengan keramaian orang baik yang berjualan atau sesama orang yang ingin berlibur. Namun yang menjadi penghalang dalam perjalanan ke pulau tidung adalah soal cuaca. Jika hujan maka pastilah perjalanan menuju pulau tidung tidak mulus karena harus berhujan-hujanan terlebih dahulu.

Keberuntungan ternyata berpihak pada kami, keberangkatan menuju lokasi wisata aman karena saat hujan sudah reda. Untuk sampai ke pulau tidung membutuhkan waktu tempuh sekitar 3-4 jam perjalanan. Suasana di kapal yang cukup sesak serta keadaan yang dingin setelah hujan membuat kami dan rombongan berharap untuk segera sampai tempat tujuan. Akhirnya sekitar pukul 10.30 sampailah kita di pulau tidung. Sesampainya di lokasi kami diarahkan ke homestay dan suguhan es kelapa muda dan makan siang sudah disiapkan. Setelah beristirahat dan mengumpulkan lagi tenaga, kami pun bersiap menyusuri pulau tidung ini dengan menggunakan sepeda yang sudah tersedia di homestay.

Banyak pula wisatawan lain yang mengunjungi pulau tidung sehingga parkiran sepeda penuh sesak. Nah sesampainya di pantai, kami memarkirkan sepeda dan melanjutkan explore wisata ke pantai kemudian lanjut ke jembatan cinta pulau tidung. Jembatan cinta ini merupakan ikon dari pulau tidung, jembatan cinta menghubungkan pulau tidung besar dan kecil. Ketika melewati jembatan cinta ini harus berhati-hati karena beberapa bagian jembatan sudah rapuh sehingga jika kalian  tidak hati-hati bisa saja tercebur ke pantai. Pemandangan yang bisa kami lihat dari atas jembatan sangat indah dengan kondisi air laut yang masih bening tentu bagi kami akan sia-sia jika hanya bermain di pinggiran pantai saja.

Lanjut ke spot lain akhirnya kami memilih snorkling, sudah lama kami ingin melakukan kegiatan ini terlebih melihat foto underwater yang menawan dan indah sehingga membuat kami ingin segera melakukannya. Setelah siap dengan perlengkapan kami masing-masing, kami melanjutkan perjalanan ke lokasi snorkling. Di dalam kapal kami memakai diving mask, snorkel, dan swimfin. Perjalanan ke lokasi memakan waktu sekitar 40 menit. Setelah datang di lokasi tak berpikir lama kami langsung menceburkan diri ke pantai. Kedatangan yang terlalu sore membuat keseruan kami snorkling harus segera dihentikan. Kemudian kami lanjut ke trip berikutnya yaitu ke penangkaran ikan. Di penangkaran ini kami hanya bisa berfoto ria dan memberi makan ikan setelah itu kami kembali lagi ke homestay.

Keesokan harinya perjalanan wisata kami berlanjut, di pagi hari kami menuju ke pantai lagi untuk bermain air. Kami tak mengejar sunrise karena kondisi badan yang terlalu lelah dan butuh istirahat ditambah adanya kejadian tak terduga yang kami alami ketika perjalanan kembali ke homestay. Di pantai kami hanya bermain air sembari makan indomie untuk mengisi perut kosong. Selanjutnya kami tertarik dengan banana boat, alhasil kami pun mendaftar untuk merasakan sensasi bermain banana boat. Setelah puas bermain pada hari terakhir kami, akhirnya waktu pun memanggil kami untuk kembali ke homestay dan packing untuk meninggalkan pulau tidung. Setelah selesai packing kami pun check out dari homestay dan menuju kapal yang mengantar pulang.